Banking

Catatan Untuk Para Debitur (Nasabah Pinjaman): Curhatan Bankir

debt

Menjelang akhir bulan begini biasanya karyawan bank yang berada di bagian marketing kredit atau disebut Account Officer (AO) sedang dalam masa-masa galau.

Saya bukan AO, tapi menjadi bagian dari tim marketing, sehingga kegalauan juga ikut melanda saya.

Apa pasal? Jadi gini, tiap akhir bulan kan ada kewajiban debitur selaku peminjam dana ke bank, yaitu bayar angsuran. Nah kalau sampai menjelang habis bulan masih ada yang belum setor, itu yang bikin kami harap harap cemas.

Kalau dari pengalaman, ada 5 (lima) tipe debitur yang biasanya paling gampang dikenali pas menjelang akhir bulan :

         1. Debitur Teladan

cara-menuntut-hutang

Punya debitur model begini bikin happy dan yang seharusnya dikasih pinjaman ya tipe pelaku usaha seperti ini. Sebelum akhir bulan, debitur ini selalu menyiapkan dana di rekening tabungannya. Jadi pada saat tiba waktunya membayar angsuran, kami bisa langsung mendebet ke rekening pinjaman.

Saking tertibnya membayar angsuran dan ngga pernah telat, kami pun lupa menelpon/menghubungi kalian karena semuanya berjalan sesuai komitmen. Kalopun kami sambangi ke rumah atau tempat usaha, biasanya dalam rangka menjaga hubungan baik, melihat keadaan usaha yang ujung-ujungnya pasti menawarkan top up atau tambahan pinjaman (saking sangat dipercaya oleh kami), atau bisa juga meminta referensi rekan bisnis mana yang bisa ditawarkan kredit usaha serupa.

Tipe debitur seperti kalian pasti kami pertahankan sebaik-baiknya, terutama supaya tidak dilirik oleh kompetitor kami. Jangan heran kalau bank-bank lain akan berlomba-lomba mendekati kalian dan ingin dijadikan nasabahnya.

        2. Debitur PHP

2

Dari namanya aja PHP alias pemberi harapan palsu, debitur tipe ini hobinya ngasih janji manis ke AO. “minggu depan pasti dibayar,pak..”. Pas minggu depannya ditagih kembali, jawabannya tar sok tar sok lagi. Sampai lewat akhir bulan terus aja begitu.

Tau ngga wahai debitur, dengan menunggak pembayaran, nama kalian di perbankan sudah ada ‘cacat’nya lho, ngga hanya di catatan bank tempat kalian mengambil kredit, tapi di seluruh perbankan di Indonesia bisa membaca riwayat pinjaman kalian.

Padahal misalnya ada kesulitan membayar karena usaha sedang menurun atau piutang yang molor pembayarannya, sampaikanlah ke kami biar bisa dicarikan solusinya. Kalau berat dengan cicilan bulanan karena omzet sedang turun, angsuran bisa disesuaikan qo dengan kemampuan kalian saat ini berapa. Namanya proses ‘Restrukturisasi’ kredit. Jadi daripada ngasih PHP ke kami, mending ceritakan sejujur-jujurnya kondisi usaha yang dialami sehingga bisa dicarikan solusi. Anda tenang ngga kepikiran dengan tunggakan, kami pun lega karena kredit kalian berstatus tetap lancar.

           3. Debitur ‘Sakti’ yang Bisa Menghilang

pic

Wah..kalau menghadapi debitur seperti ini jujur saja kadang bikin kami ngga tenang sampai  bisa bikin stress,lho. Gimana ngga, kita yang awalnya berhubungan baik, saat diberi pinjaman oleh kami kalian berkomitmen menepat perjanjian, tau tau mendadak sulit dihubungi. Ditelpon ngga diangkat, di-SMS ngga dibalas, disambangi ke rumah atau tempat usaha lebih sering ngga di tempat. Dikirimi surat pemanggilan agar datang ke kantor supaya bisa ketemu dan sharing permasalahannya apa, juga ngga hadir. Hilang aja pokoknya tanpa kabar. Paling parah kalau menjelang akhir bulan (tanggal 25 ke atas), HP kalian tiba-tiba ngga aktif. Mungkin sedang dalam masa tenggang karena pulsa belum diisi, lagi di antah berantah yang ngga ada sinyal sama sekali atau HP hilang, begitu pikir kami mencoba ber-husnudzon.

Kalau cuma hilang tanpa kabar , tapi pas di awal bulan setor angsuran, okelah. Kami anggap kalian saat itu sedang berupaya keras mencari rejeki supaya bisa membayar kewajiban di bank. Tapi kalau sampe keterusan menghilang, ngga pernah ada setoran masuk pula ke tabungan, kami kan jadi kuatir. Jujur kami care lho dengan pinjaman kalian, karena kalau sampai menunggak sebulan aja misalnya ya, nama kalian di raport perbankan sudah ada nilai merahnya. 3 bulan menunggak, nama kalian tercatat sebagai kredit bermasalah atau istilah kerennya NPL (Non Performing Loan). Wah..jangan sampai kejadian deh.

           4. Debitur Preman

Pernah nagih hutang ke orang dan dia justru lebih galak dari kita ? Nah..kurang lebih seperti itulah perasaan kami. Ada lhooo tipe debitur seperti itu, yang pada saat ditagih, jangankan bayar atau minta waktu tambahan, yang ada juga malah marah-marah dan bisa sambil ngancem. Ampun dah… Ngga kebalik ya? T_T

index

         5. Debitur Drama Queen

Debitur seperti ini biasanya suka nyari-nyari alasan, mulai dari kena tipu partner bisnis, barang dibawa kabur karyawan, dirinya atau keluarganya ada yang sakit dan butuh biaya, bayar sekolah anak, sedang stress berat karena usaha menurun, dan bla..bla..bla… sampai berurai air mata saat ketemu kami. Oke, bukannya kami ngga percaya dengan alasan itu, tapi kalau dari hasil survey di lapangan menunjukkan kondisi tidak separah itu dan sebetulnya masih mampu bayar, dan kehidupan kalian masih bisa haha hihi, masih bisa liburan ke luar kota (dilihat dari status di sosial media atau cerita kalian sendiri tanpa sengaja), duuh bagaimana kami mau mentoleransi ?

images

Kenapa Debitur  Jangan Sampai Nunggak ?

Kami bankir paham qo kalau namanya bisnis atau usaha  itu kadang ada masa ups and down-nya. Kalau usaha lagi bagus, dana di rekening tabungan bisa gendut. Tapi kalau usaha sedang seret entah karena penjualan sedang sepi, piutang belum terbayar, kena tipu rekan bisnis, atau karena force major seperti tempat usaha kebakaran atau kena banjir, bisa menyebabkan setoran ke bank tertunda atau bahkan tidak bisa dibayar dalam beberapa waktu.

Apapun penyebab tunggakan, sebaiknya ceritakan dengan kami, pihak bank supaya terhindar dari kolektibilitas (baca: kualitas pinjaman) buruk di catatan Bank Indonesia yang pasti kalian sudah paham sebutannya BI Checking.

Pada saat tidak ada pembayaran angsuran dalam 1 bulan, di bulan berikutnya pinjaman kalian berstatus ‘Dalam Perhatian Khusus‘ 1 (DPK 1). 60 hari menunggak, status bergeser ke DPK 2. 90 Hari tunggakan menjadi DPK 3. Nah pada hari ke-91 jika belum ada setoran juga, status pinjaman dikategorikan ‘Kurang Lancar’ (KL) atau dalam istilah perbankan masuk ke kredit bermasalah yaitu NPL *Non Performing Loan*. Di hari ke-121 masih belum ada setoran juga, status geser lagi ke ‘Diragukan‘ sampai akhirnya di hari ke 181 status pinjaman menjadi ‘Macet‘.

Lalu, Kalau Menunggak Bahkan Sampai Macet, Apa yang Terjadi ?

Sebetulnya kalau pinjaman mulai menunggak atau bahkan sampai berstatus macet sekalipun, masih bisa diperbaiki qo. Usahakan ada pembayaran angsuran. Kalau kalian bisa bayar seluruh tunggakan, maka kualitas pinjaman akan kembali lancar (meski tetap akan ada raport merah di BI checking). Tapiiiii sebaiknya sebelum 3 bulan menunggak, cepet-cepet deh lapor ke bank supaya bisa ditangani jadi ngga akan sampai berubah ke kredit macet.

Kalau sudah berstatus macet, maka upaya penyelesaian ada dua: pertama penyelesaian secara damai bisa dengan menjual asset untuk melunasi pinjaman, dan kedua penyelesaian secara hukum yaitu penjualan agunan secara lelang.

Apa yang Biasanya Dilakukan Bank untuk Membantu Debitur yang Menunggak ?

Kalau usaha masih ada cash flow alias uang masuknya, dan debitur mau kooperatif dengan pihak Bank, bank bisa membantu melakukan proses restrukturisasi kredit atau semacam penjadwalan ulang. Caranya ada bermacam-macam antara lain: perpanjangan jangka waktu kredit, penurunan bunga, dst. Untuk lengkapnya bisa dibaca di penjelasan tentang Restrukturisasi Kredit.

Pesan Untuk Para Debitur (Nasabah Pinjaman)

  • Gunakan kredit/pinjaman sesuai kesepakatan kita. Kalau kredit untuk modal kerja/usaha, betul-betul digunakan untuk itu, jangan dipakai untuk membangun/renovasi rumah misalnya. Supaya ngga keteteran nanti pas tiba waktunya membayar angsuran. Misalnya ingin renovasi tempat usaha, sampaikan sejujurnya pada kami, agar bisa disesuaikan analisanya.
  • Please jaga komitmen untuk tertib membayar tiap bulan sesuai tanggal akad kerdit atau pahit-pahitnya jangan sampai lewat akhir bulan deh.
  • Jaga komunikasi. Ngga usah takut sama kita pas ditelpon atau di SMS misalnya.Kami menghubungi kalian kan tujuannya baik yaitu mengingatkan bahwa ada hutang yang belum dibayar sekaligus juga ingin tahu permasalahannya apa. Mungkin ada rasa segan atau malu karena belum bisa bayar, at least sampaikan ke kami kondisinya. Karena niat awal kami saat memberikan pinjaman ya untuk membantu usaha kalian, dan kalau ada masalah, kami pun dengan senang hati bersedia membantu mencarikan solusinya.
  • Jangan Pehape dong… Misalnya sama sekali ngga ada harapan membayar angsuran, sampaikan aja. Jangan kasih janji janji manis, biar masalah juga ngga berlarut-larut.
  • Berbesar hatilah. Maksudnya kalau pahit-pahitnya solusi yang ditawarkan bank adalah menjual sebagian asset kalian, lakukanlah…demi bisa menutupi sebagian atau sukur-sukur seluruh utang. Karena bisa jadi itu adalah satu-satunya jalan untuk menolong supaya terbebas dari hutang. Inget kan konsekuensi orang berhutang: HARUS DILUNASI.

 

Disclaimer :

Bahasan ini lebih ke arah kredit usaha yaa..kalau kredit lainnya ceritanya bisa berbeda. Mohon maaf tulisan ini tidak bermaksud mendiskreditkan para debitur, murni hanya curahan hati bankir yang dimana kita sama-sama punya kewajiban dan tanggung jawab yang harus dipenuhi. Semoga kita semuanya selalu dimudahkan dalam membayar hutang atau sukur-sukur jangan sampai berhutang. Aamiin.

Pictures Credit:

 

One thought on “Catatan Untuk Para Debitur (Nasabah Pinjaman): Curhatan Bankir

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s