Career · Working Mom

Saat Bekerja Tidak Lagi Nyaman

fb_img_1465366910356
Pic from: google

Apakah kamu termasuk orang yang selalu stress setiap kali berangkat kerja karena merasa pekerjaanmu tidak sesuai dengan passion atau latar belakang pendidikan ?

Atau dulu kamu termasuk orang yang mencintai pekerjaan namun terjadi perubahan manajemen dan kebijakan perusahaan sehingga membuat segala sesuatu menjadi tidak enak di kantor ?

Hei… coba ingat kembali saat pertama kali melamar kerja dulu. Kamu yang buat surat lamaran kerja, kamu pula yang menjalani proses interviu-nya, artinya kamu seharusnya sudah tahu di posisi mana nantinya akan bekerja bukan? Lantas, siapa yang mengambil keputusan untuk menerima tawaran bekerja di posisi sekarang ? Apakah orang tua, pasangan, teman ? Rasanya bukan. Saya yakin hampir 100% semuanya merupakan keputusan pribadi.

Kalau demikian, terimalah kenyataan karena hanya ada 2 pilihan qo : berhenti dari sana dan cari pekerjaan lain yang sesuai bidang yang diinginkan, atau bertanggung jawab atas pilihan dengan bekerja secara profesional. Simple.

Kalau kamu tidak punya pilihan lain selain tetap berada di pekerjaan yang sekarang, saran terbaik adalah berhenti membuang energi untuk berkeluh kesah. Fokuslah dengan mencari hal-hal yang bisa membuat betah dan nyaman di kantor tersebut terlebih dahulu. Berikut tipsnya :

Temukan hal- hal yang menyenangkan tentang kantor atau pekerjaan

Misalnya, rute perjalanan saat berangkat kerja, kantin kantor yang nyaman, rekan kerja yang asik, bos yang cantik dan ramah, gebetan di kantor (bagi yang masih single yaa… hehe), meeting dengan vendor, perjalanan dinas yang seru, atau apapun. Lalu,setiap kali merasa ‘tersiksa’ dengan pekerjaan, bayangkan hal-hal menyenangkan tadi (Well, bisa jadi ini hanya solusi jangka pendek tapi setidaknya kamu punya alasan kenapa masih mau bertahan di sana).

Kompromikan dengan Atasan

Kalau kebijakan perusahaan memungkinkan, diskusilah dengan atasan untuk kemungkinan pindah bagian dengan alasan kamu lebih kompeten di bidang tersebut.

Evaluasi Pekerjaan

Pikirkan secara mendalam, hal apa yang sebetulnya membuatmu tidak menyukai pekerjaan itu. Apakah tingkat kesulitan pekerjaannya atau beban kerja yang overload. Kalau masalahnya karena tingkat kesulitan sehingga kamu frustrasi, carilah mentor, ikutlah training, atau belajar otodidak bidang tersebut sampai kamu mahir. Kalau masalahnya karena beban kerja yang overload, diskusikan dengan atasan.

Kalau 3 poin di atas tidak bisa membantu, mungkin sudah saatnya kamu memutuskan untuk keluar dari sana, supaya tidak berlama – lama menyiksa diri hehe….

Cheers n keep fighting ^^

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s