Posted in Kids & Parenting, Review

Review Cloth Diaper (Clodi)

0320_wk_standing_at_table_K
Picture credit: google

Banyak ibu – ibu yang enggan menggunakan cloth diaper alias clodi karena merasa ribet dan mahal. Berdasarkan pengalaman pribadi, sebetulnya tidak seribet dan semahal yang dibayangkan.

Saya  menggunakan clodi untuk Rania sejak usianya 3 bulan lebih. Sebelumnya saya lebih suka memakaikan popok kain biasa. Salah satu keuntungan pemberian ASI eksklusif yang juga berimbas pada masalah popok adalah karena bayi jarang pup, dikarenakan ASI diserap sempurna oleh tubuh sehingga hampir tidak ada ampas. Normalnya bayi bisa tidak BAB alias pup smpai dengan 12 hari, jadi jangan berpikir bahwa bayi sembelit yaa…:D itu dengan catatan ASI ekslusif lho..tidak ditambah air putih ataupun susu formula. HANYA ASI.

Oke, kembali ke soal clodi. Supaya tidak berat, saya berupaya mencicil belanja clodi tiap bulannya mulai sejak Rania lahir. Semuanya belanja di onlineshop mengingat itu satu-satunya cara praktis berbelanja tanpa harus keluar rumah :p (dan lagi masih jarang ada offline babyshop yang jual clodi. Kalaupun ada hanya merek – merek tertentu dan kita tidak bisa membanding – bandingkan kualitas berbagai merek (kalau di olshop biasanya ada review tiap merek).

BERBAGAI JENIS CLODI

Sebelumnya saya jelaskan sedikit jenis – jenis clodi (ini based on pengalaman pribadi ya moms :p)

  • DIAPER COVER

Saya paling suka model clodi ini dan menurut saya sangat pas buat bayi yang belum banyak aktif (usia < 6 bulan). Kenapa? Modelnya kyk celana plastik gitu, dan di dalamnya dialasi soaker (kain untuk penyerap pipis). Seperti ini nih penampakannya :

1

2

3

4
Pasang soaker-nya
5
lalu kancingkan

Diaper cover juga ada pengatur size-nya sehingga bisa dipakai sejak usia 0 bulan s/d 2 tahun. Dengan model ini, kita juga bisa membuat soaker sendiri dari kain alas ompol yang dilipat – lipat. Lumayan buat nambah – nambah persediaan soaker.Jadi, saat bayi pipis, yang diganti cukup soaker-nya saja, sedangkan covernya tidak perlu selama tidak basah atau bayi tidak pup.

  • POCKET DIAPER

Clodi jenis ini ada semacam kantongnya untuk dimasukkan soaker atau sebutannya disini insert. Meskipun kain serap atau insert ada di bagian dalam, namun kulit bayi akan tetap berasa kering karena bahan clodi biasanya terbuat dari fleece yang mampu menyerap cairan tapi tidak membuat basah (sifatnya sama seperti bahan pospak,lho..) Ini juga sama kayak diaper cover, saat pipis sudah banyak, cukup mengganti insert-nya saja. Penampakannya seperti ini :

6

  • ALL IN ONE (AIO) DIAPER

Ini jenis clodi dimana soaker-nya jadi satu dengan diaper-nya. Daya serapnya juga sama kayak 2 model di atas, bedanya, bagian – bagiannya jadi satu antara diaper dan soaker-nya. Saya kurang cocok model begini karena biasanya keringnya lebih lama.

7

8
From: google image
  • PULL UP DIAPER/ POTTY TRAINING PANTS

Ini model diaper celana, biasanya digunakan saat anak sudah memasuki masa toilet training. Daya serapnya tidak seperti clodi buat bayi, sifatnya membuat anak merasakan basah namun mampu menahan pipis tidak sampai tembus/menetes ke lantai.

Oya moms, cara memasang clodi ada 2 macam : ada yang menggunakan snap atau kancing, dan ada yang menggunakan velcro atau perekat. Umumnya usia – usia bayi mulai aktif lebih enak pakai yang velcro karena lebih cepat dipakainya dibanding model snap. Tapi di atas usia setahun, saya cenderung memilih model snap buat Rania, karena dengan model velcro sering dicopot sendiri sama dia (bikin acara memakai clodi kayak perang :D)

BAGAIMANA PENGGUNAAN CLODI ?

Saya membaginya dalam 2 waktu: siang dan malam hari.
Kalau siang, saya prefer menggunakan clodi yang biasa saja alias yang murah. Definisi murah disini terkait kualitas daya serapnya. Rania saya pakaikan clodi yang hanya bertahan maksimal 3-4 jam (bisa lebih pendek waktunya kalau pipis bayi banyak). Sedangkan saat tidur malam, Rania memakai clodi impor yang kualitas serapnya bisa sampai 8 jam.

Kenapa saya membedakan clodi siang dan clodi malam? Soalnya itu terkait budget. Clodi yang kualitas serapnya sama seperti pospak (popok sekali pakai) yakni bisa sampai 8 jam itu harganya lumayan mahal. Di atas 200 ribu rupiah per buah. Jangan stress dulu membayangkan harganya moms…nanti kita coba kalkukasi biaya totalnya.

Jenis clodi yang bagus untuk siang hari lumayan banyak mereknya dan rata – rata harganya di bawah 100 ribu rupiah. Sedangkan yang buat malam bisa memakai merek: Bumgenius, rumparooz, blueberry, Happy Heinys,Fuzzy bunz, dll dengan kisaran harga 200 – 350 ribu rupiah per piece.

JADI, BERAPA BANYAK CLODI YANG HARUS DIMILIKI ?

ni tergantung pada beberapa hal: sistem pencucian, kondisi bayi (usia dan seberapa banyak pipisnya)
Saya coba review dari pengalaman Rania :

Jam-jam ganti clodi :
* jam 7 – 10 pagi : mandi pagi
* jam 10 – 1 siang
* jam 1 – 4 sore : mandi sore
* jam 4 – 6 sore
* jam 6 – 8 malam
* jam 8 – 5 pagi : tidur malam

(Ini pola kebiasaan usia 3-14 bulan, karena setelah 14 bulan Rania hanya memakai clodi saat tidur malam atau bepergian jarak pendek). Selebihnya tanpa diaper sama sekali, hanya celana pop saja. Risiko ngompol? Iyalah pastinya…karena saya mulai membiasakan untuk toilet training (review masa toilet training nanti yaa….:D)
Kebiasaan pup rania 2-3x sehari dan saya masukkan di waktu – waktu tersebut, sehingga rata2 perhari sebanyak 6x mengganti clodi/soaker/insert.
Dengan sistem pencucian tiap hari, idealnya clodi bisa cepat ‘restock’-nya alias cepat kering untuk digunakan kembali.

Berhubung mbaknya Rania rajin, tiap kali clodi kotor langsung dicuci dan dijemur, jadi turn overnya cepat sekali hehee….. Kalaupun tidak langsung dicuci, sore hari atau besok paginya selalu langsung dicuci.

Jadi, berapa clodi yang harus dimiliki? Clodi-nya sendiri menurut saya minimal sekitar 12 cukup aman, asal insert/soaker-nya yang diperbanyak. Stok clodi Rania sendiri tidak terlalu banyak, hanya 11 pcs malahan yang terdiri dari : 8 pcs clodi siang dan 3 pcs clodi malam. Yang saya perbanyak adalah insert/soaker/kain serapnya.

Bahkan sampai usia Rania 20 bulan ini, cuma segitu saja jumlah clodinya (karena rania sudah masuk masa toilet training, dan pakai clodi hanya saat tidur malam). Clodi yang ada bisa disimpan buat adiknya nanti.

Berikut review clodi Rania beserta rattingnya menurut saya dalam kategori 1 – 10 (dasar pengkategorian berdasarkan cutting serta daya serap).

Oya soal cutting kenapa penting bagi saya?
Merek clodi beraneka macam, demikian pula model cuttingan alias potongannya. Ada merek clodi yang saat dipakaikan ke bayi membuat bayi nampak bulky (hm..apa ya, semacam menggembung gitulah).Ada juga yang cuttingannya kurang pas sehingga kadang membuat pipis bayi bocor samping.

Oke, berikut clodi milik Rania:

CLODI BUAT SIANG

  • Coolababy bamboo + 2 insert (Rp. 95,000)

Coolababy ini diaper asal cina. Yang tipe bamboo bahannya bagusss banget kayak beludru. Modelnya kancing – kancing yang bisa disetting sesuai berat badan bayi.
Level Cutting : 7
Level daya serap : 5

  • Zigiezag + insert microfiber (Rp.85,000 )

Level Cutting : 6
Level Daya serap : 5

  • GNP Diaper Cover + 2 soaker (Rp.140,000 (2 pcs) )

Level cutting :8
Daya serap : 5

  • Blueberry Diaper Cover + 2 soaker(harga lupa, sekitar Rp,. 200,000 kayaknya)

Level cutting : 5
Daya serap : 5

  • Cluebebe + insert : 90,000

Level cutting : 6
Daya serap : 5

  • Enphilia 2 pcs (Rp. 135,000)

Level cutting : 6
Daya serap : 5

CLODI BUAT TIDUR MALAM HARI

  • Bumgenius. Snap + 2 insert (Rp.250,000 )

Level cutting : 8
Level daya serap : 9

  • Blueberry minky snap (Rp. 320,000) + 2 flip stay dry insert (Rp.140,000)

Ini clodi paling favorit menurut saya. Bahannya enak banget,haluss, motifnya lucu-lucu, cuttingnya enak jatuhnya di badan bayi (untuk bayi kurus ok, bayi montok juga ok), serta daya serapnya mantap.
Level cutting : 10 deh
Level daya serap : 10

  • Rumparooz + 2 insert (Rp. 250,000)

Ini daya serap dan motif lucu -lucu, namun small cutting. Kurang cocok untuk tipe bayi montok. Tapi soal daya serap, sama kayak bumgenius dan blueberry.
Level cutting : 6
Level daya serap : 10

Jadi, kalau dihitung – hitung nih ya, total pengeluaran sekitar : Rp. 1,705,000,-. Selebihnya untuk insert/soaker cadangan harganya sekitar 70 ribuan. Yah..at least total invest buat clodi masih kurang dari 2 jutaan kayaknya.

 

PERBANDINGAN MENGGUNAKAN CLODI DAN POSPAK

Well, I’ll tell you before that it’s just personal opinion,moms. Tiap ibu beda – beda pendapat dan pola asuh anaknya.

Saya menggunakan clodi memerlukan biaya sekitar Rp.1,705,000,- (dan ini pun masih dapat dipergunakan untuk anak berikutnya)

Bagaimana kalau saya menggunakan Pospak ?
Dengan asumsi penggunaan pospak yang minim saja yaitu perhari sekitar 4 buah: sebulan butuh kurang lebih: 4×30 = 120 buah.
Harga pospak di pasaran dari hasil observasi beberapa merek terkenal harga 1 buah pospak sekitar Rp. 1,500.
Jadi, sebulan butuh budget setidaknya : Rp.180,000.
Kalikan dengan penggunaan pospak selama 15 bulan (ini estimasi minim mengingat biasanya usia 15 bulan bayi belum mahir toilet training) yaitu total sebesar Rp. 2,700,000. See? Selisihnya lumayan banyak kan. Belum lagi kalau ada anak berikutnya mesti keluar budget lagi.

Yah….mungkin ada juga memang tipe ibu yang tidak memakaikan popok terus menerus selama 24 jam ke bayinya, terutama saat bayi sudah hampir setahun, siang hari biasanya hanya dipakaikan celana pop. Jadi pemakaian pospak terbatas di malam saat tidur saja. Itu malah lebih bagus, lebih hemat pastinya dan lebih sehat bagi kulit bayi 😀 (kita saja yang memakai pembalut terus menerus selama masa menstruasi sekitar 7 hari, bisa bikin lecet – lecet, apalagi bayi yang sepanjang awal kehidupannya terus – menerus memakai popok jenis pospak,kan….).

BAGAIMANA CARA MENCUCI CLODI ?

Sangat gampang, dan tidak memerlukan sabun cuci khusus, dengan deterjen biasa pun bisa asal deterjen tersebut tidak mengandung bahan pemutih atau softener.

Berikut tips ala saya :

  1. Tiap kali clodi kotor karena pipis ataupun pup, langsung bersihkan. Siram dengan air mengalir dan peras. Gunanya, supaya pipis/pup tidak lama – lama menempel.
  2. Tempatkan clodi kotor dalam ember khusus, jangan dicampur dengan pakaian lainnya.
  3. Cuci clodi dengan takaran deterjen 1/4 dari takaran normal. Rendam sebentar kalau ada bekas pup, kalau cuma pipis tidak perlu direndam. Kucek pelan. Bilas sampai bersih. Pastikan tidak ada busa tersisa (karena residu deterjen bisa membuat daya serap clodi menurun).
  4. Jika tidak langsung dicuci, setelah disiram dan diperas, ada 2 pilihan: simpan dalam keadaan kering di ember, atau simpan dalam keadaan terendam air (tanpa deterjen).
  5. Jika setelah dicuci masih ada bekas pup (biasanya bayi ASI pup-nya cair berwarna kuning), cukup dijemur di bawah sinar matahari dan noda kuning tadi langsung hilang)

BIG NO-NO BUAT CLODI :

  1. No softener. Softener biasanya mengandung bahan semacam lilin yang dapat melapisi clodi sehingga mengurangi daya serapnya.
  2. No pemutih. Meski ada noda pada insert/clodi/soaker, lupakan keinginan memakai pemutih, cukup jemur di bawah matahari.
  3. No setrika. Clodi, insert/ soaker tidak perlu disetrika yaa…
  4. No krim ruam popok. Krim ruam bisa menempel di clodi dan mengurangi daya serapnya (lagian clodi tidak akan membuat bayi kena ruam,moms…). Jika terpaksa harus memakain krim ruam, gunakan nappy liner (semacam alas yang dipakaikan di atas clodi. Ada yang terbuat dari kertas buat sekali pakai, ada pula yang dari kain dan bisa dicuci. Tapi saya sendiri tidak pernah pakai).

Clodi bau pesing atau daya serap tiba – tiba berkurang/ sering bocor ??

Iya..itu bisa terjadi akibat residu deterjen yang menempel di clodi, makanya secara berkala lakukan perawatan khusus clodi yang disebut: STRIPPING. Caranya?

  • Setelah dicuci seperti biasa, siram clodi dengan air panas mendidih dan biarkan sesaat. Setelah itu jemur seperti biasa.

Anyway, sekian review clodi pengalaman pribadi saya. Semoga bisa membantu moms semua yang masih bingung soal clodi.

– Salam Go Green!- ^_*

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s